Cilacap – Journal News , Keterbatasan fisik akibat tuna daksa (lumpuh) yang dialami oleh *Naira Fatah Khaerunida* sama sekali tidak menyurutkan semangatnya untuk merajut mimpi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Naira merupakan warga *RT 04 /RW 13*, Dusun Beber, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Anak lulusan *SD Negeri Tritih Lor 02* ini sempat harus menelan kekecewaan mendalam pada tahun ajaran 2025 lalu. Kala itu, impiannya untuk masuk ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri tingkat SMP dinyatakan *tidak diterima*, yang membuatnya terpaksa menunda sekolah selama satu tahun.
Pada Senin (22/6/2026), awak media Journal News menyambangi kediaman Naira guna mencari tahu perkembangan nasib pendidikannya di tahun ajaran baru 2026 ini. Kebahagiaan besar rupanya tengah menyelimuti keluarga kecil tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Eni* ibunda Naira, dengan mata berkaca-kaca menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga.
”Alhamdulillah, tahun ini Naira akhirnya *bisa diterima* di SLB Negeri untuk jenjang setingkat SMP. Sebagai orang tua, saya langsung sujud syukur karena cita-cita anak saya akhirnya dikabulkan,” ungkap Eni penuh haru saat diwawancarai.
Atas nama keluarga besar, Eni juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan tangan membantu dengan tulus ikhlas. Berkat kepedulian kolektif tersebut, Naira kini memiliki kesempatan untuk kembali menatap masa depan di bangku sekolah.
Naira, Anak berusia 14 tahun yang sempat tertunda setahun itu, kini tampak sumringah. Gurat kesedihan di wajahnya telah berganti dengan senyuman lebar. Saat diajak berbincang oleh wartawan, ia menjawab dengan penuh keceriaan.
”Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah membantu saya untuk bisa sekolah lagi,” tutur Naira dengan senyum manisnya.
Di penghujung wawancara, Naira dengan penuh keyakinan berjanji akan belajar dengan giat dan tekun. Ia bertekad untuk membuktikan semangatnya dan tidak ingin mengecewakan kedua orang tua yang telah berjuang keras demi pendidikannya. (SW)













Komentar