Bongkar interpretasi informasi Politik di Balik Isu Dana Ganti Rugi Rumpon, Pembayaran di Era Pj. Rudy, Fitnah ke H. Slamet Junaidi ‎

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎SAMPANG, – Isu dugaan penyelewengan dana ganti rugi rumpon nelayan Pantura Madura kembali digoreng, sayangnya, gorengan isu ini tidak lagi bicara soal fakta, tapi sudah bercampur bumbu politik yang kental, Nama Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, sengaja diseret, padahal pembayaran dana tersebut terjadi saat beliau tidak lagi menjabat.

‎Fakta di lapangan jelas, dana ganti rugi dari Petronas Carigali Indonesia cair pada September–Oktober 2024, saat jabatan Bupati Sampang telah dipegang oleh Penjabat (Pj.) Bupati Rudy Arifianto, artinya, dari sisi kewenangan maupun prosedur, H. Slamet Junaidi tidak punya otoritas sama sekali untuk mengatur atau menyentuh dana itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Lantas, mengapa nama Slamet Junaidi dipaksa masuk dalam pusaran isu ini?

‎Jawabannya mulai tercium, ini bukan murni isu nelayan, tapi ada kepentingan politik untuk merusak citra beliau, setelah beliau memenangkan kontestasi politik dan dipilih menjadi orang nomor satu di kabupaten Sampang.

‎Bukan rahasia, H. Slamet Junaidi masih memiliki basis kuat di akar rumput dan berhasil mengalahkan lawan lawan politiknya,  menjatuhkan reputasinya di mata publik jelas menguntungkan pihak-pihak yang tidak ingin ia dinilai baik.

‎Yang lebih ironis, framing ini justru mengalihkan fokus dari pertanyaan utama:

‎- Siapa yang mengelola dan mengatur penyaluran dana Rp21 miliar lebih di era Pj. Rudy Arifianto?

‎Sumber internal menyebut, ada dugaan dana tersebut mengalir ke pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan saat itu. Jika benar, maka tudingan ke Slamet Junaidi hanyalah “smoke screen” atau tabir asap untuk melindungi pelaku sesungguhnya.

‎Tokoh masyarakat Pantura  Samhari S.IP Sekaligus Direktur Indonesia Analisys Politic and Policy Consulting (Ide@) mengingatkan , “Kalau ini dibiarkan, rakyat akan terus dibodohi dengan isu pesanan. Jangan sampai fitnah politik mengubur fakta hukum.” ungkapnya Jum’at (08/08)

‎Kini, masyarakat dan nelayan perlu membuka mata: permainan politik kotor sedang dijalankan di atas penderitaan rakyat kecil, dan aparat penegak hukum harus berani membongkar siapa dalang di balik raibnya dana ganti rugi rumpon tersebut, tanpa pandang bulu..(atr)

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru