Upaya Entaskan Pengangguran-Kemiskinan, Pemkab Cirebon Gelar Kelas Latihan Bahasa Jepang

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, membuka kelas online atau dalam jaringan (daring) program pelatihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu dan berprestasi, Senin (5/5/2025).

Pelatihan budaya dan bahasa Jepang ini diikuti 595 orang, baik yang berprestasi maupun yang tidak mampu. Imron berharap, pelatihan budaya dan bahasa Jepang bisa mengikis tingkat kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kabupaten Cirebon pada 2024 mencapai 11,20% atau 249,18 ribu orang.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon sejatinya mengalami penurunan pada 2024 dibandingkan tahun 2023. Namun, menurut Imron, masih terbilang tinggi.

Menurut BPS, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon pada tahun 2024 adalah 6,74%. Walaupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni 7,65%, jumlah pengangguran masih relatif tinggi. Pada tahun 2024, terdapat sekitar 84.99 ribu orang yang masih menganggur

“Berbagai upaya kita lakukan. Melalui program latihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu, dan berprestasi. Program ini punya beberapa alasan, pertama, peluang kerja di Jepang terbuka luas. Tentunya sesuai dengan informasi lowongan kerja di Jepang kurang lebih 300 ribu loker,” ungkap Imron.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan alasan lainnya tentang tujuan pelaksanaan pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Ia mengatakan, Jepang memberikan gaji yang besar dan perlindungan yang baik bagi tenaga kerja asing.

“Kabupaten Cirebon ini salah satu kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) sesuai dengan data 2023, yakni 10.550 orang. Kemudian, pada tahun 2024, ada 11.420 orang. Kemudian, peningkatan kompetensi dan keterampilan ini sesuai dengan kebutuhan permintaan kerja di Jepang,” ucap Imron.

Imron menegaskan, pelatihan budaya dan bahasa Jepang merupakan upaya dalam mengentaskan pengangguran terbuka. Utamanya bagi lulusan SMA/SMK yang tidak mampu. Ia berharap, peserta pelatihan bisa ditempatkan kerja di Jepang.

“Daerah memiliki tugas sebagai penyelenggara pendidikan bagi PMI dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan, serta pihak lainnya. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Ketenagakerjaan, dinas terkait lainnya yang berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sana

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru