Warga Windurojo Pekalongan Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri, Diduga Depresi

- Penulis

Selasa, 29 Agustus 2023 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Pekalongan – Polda Jateng – Q alias Kisruh (38) warga Desa Windurojo Kec. Kesesi Kab. Pekalongan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Senin (28/08) sekitar pukul 13.00 wib.

Terkait dengan peristiwa tersebut, Kapolsek Kesesi Iptu Felix Prasetyawan, S.H saat dimintai keterangan mengatakan, korban bunuh diri di rumah kosong milik orang tuanya (Darni) yang ditinggal kerja ke Jakarta.

“Kematian korban diduga karena depresi, karena dari keterangan keluarga, korban selama ini dikenal pendiam dan kurang berinteraksi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iptu Felix menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Romadhon (32) yang merupakan kerabat korban. Dimana saat itu ia dimintai bantuan oleh istri korban untuk ikut mencari keberadaan korban.

Selang beberapa lama tidak menemukan, Romadhon akhirnya mengajak temannya dan berinisiatif mencari korban di rumah ibunya yang selama ini kosong karena ditinggal kerja di Jakarta, dan selama ini juga diketahui bahwa korban sering main ke rumah tersebut.

Sesampainya di rumah itu, Romadhon mengecek ke dalam salah satu kamar kosong, pada saat membuka pintu, ia kaget karena melihat langsung korban dalam kondisi gantung diri.

“Kondisi tubuh bergelantung di atas lantai, dengan tali diikatkan pada bagian leher dengan posisi tubuh berdiri,” ujar Kapolsek.

Karena panik, mereka akhirnya memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan. Setelah warga datang, mereka berinisiatif untuk menurunkan korban yang sudah meninggal dunia, dan membaringkan tubuh korban di kursi yang beras di ruang depan.

Selanjutnya, oleh warga kejadian tersebut dilaporkan ke aparat Desa Windurojo, yang diteruskan ke Polsek Kesesi.

Personil Polsek Kesesi bersama tim Inafis Polres Pekalongan yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jasad korban.

Sementara itu, keluarga korban menerima kejadian itu merupakan sebuah musibah dan tidak berkenan dilakukan otopsi. (afk)

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru