CIANJUR – Warga Kampung Baduga, RT 03/05, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, meminta pengelolaan dan pengawasan di kawasan Makom Hakekat ditingkatkan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan dari seorang peziarah yang mengaku mengalami kerugian saat berada di lokasi.
Peziarah berinisial E (40), warga Kabupaten Cianjur, menyampaikan kepada wartawan pada Selasa (20/10/2026), bahwa saat berkunjung untuk berziarah dan bermukim, ia didekati beberapa orang yang menawarkan jasa spiritual.
Menurut E, orang-orang tersebut menyampaikan bahwa kehidupannya mengalami kendala dan meminta uang sebesar Rp500 ribu secara tunai serta Rp3 juta melalui transfer. Selain itu, E juga diminta menyiapkan ayam kampung dan telur ayam sebagai syarat ritual pemandian.
“Saya sempat mengira mereka bagian dari pengelola. Setelah itu saya mengetahui mereka juga merupakan pengunjung,” ujar E.
Ketua RT 03/05 Kampung Baduga, Royani, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari E. Ia menyebut, E juga menyampaikan bahwa dirinya diminta mandi dengan menggunakan kain setengah badan.
Royani menyampaikan usulan agar setiap pengunjung di kawasan Makom didata dan diminta menunjukkan identitas diri untuk meningkatkan keamanan.
“Kami mengusulkan agar setiap pengunjung tercatat. Tujuannya untuk menjaga keamanan bersama,” kata Royani.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS













Komentar