Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Sumsel — Pengelolaan anggaran dan tata kelola aset di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat menjadi sorotan sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik. Kali ini, perhatian diarahkan pada dugaan penggunaan anggaran belanja barang dan jasa serta pemeliharaan barang milik daerah pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2025.
Sorotan tersebut mencuat setelah sejumlah aktivis sebelumnya melakukan aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lahat. Mereka mempertanyakan transparansi serta asas manfaat sejumlah anggaran yang berkaitan dengan pemeliharaan aset dan kendaraan operasional pemerintah.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar terealisasi sesuai peruntukannya dan dapat dibuktikan secara fisik di lapangan?
Anggaran Miliaran Dipertanyakan
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sejumlah pos anggaran yang menjadi perhatian, di antaranya:
Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp3.515.000.000.
Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, yang dipertanyakan realisasi dan asas manfaatnya.
Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp329.600.000, termasuk pengadaan peralatan dan mesin yang turut dipertanyakan.
Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp147.100.000, serta pos penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah yang juga menjadi perhatian.
Besarnya nilai anggaran tersebut membuat aktivis meminta adanya keterbukaan mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban setiap kegiatan.
Pertanyaan utama yang kini mengemuka adalah: sejauh mana anggaran tersebut benar-benar direalisasikan dan apa hasil yang dapat dilihat serta dirasakan di lapangan?
Minta Audit, Jangan Hanya Administrasi
Sejumlah aktivis dan LSM di Kabupaten Lahat menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Mereka meminta agar pengelolaan anggaran tidak hanya dilihat dari kelengkapan administrasi, tetapi juga diuji melalui pemeriksaan terhadap realisasi kegiatan dan kondisi aset di lapangan.
Mereka bahkan mendesak aparat penegak hukum (APH), termasuk Kejaksaan dan unit yang berwenang menangani perkara tindak pidana korupsi, untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan berdasarkan bukti yang cukup.
“Kami mempertanyakan transparansi dan realisasi anggaran tersebut. Jika memang seluruh kegiatan telah dilaksanakan, seharusnya dapat dibuktikan dengan dokumen pertanggungjawaban serta kondisi fisik di lapangan. Jangan sampai anggaran besar tidak memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat,” ujar salah seorang aktivis.
Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan setiap rupiah uang negara digunakan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
Kasat Pol PP Belum Memberikan Tanggapan
Upaya konfirmasi kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lahat telah dilakukan pada Sabtu, 5 September 2026, terkait sejumlah pertanyaan mengenai anggaran dan realisasi kegiatan Tahun Anggaran 2025.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan. Nomor WhatsApp yang dihubungi juga disebut tidak dapat dihubungi.
Media HarianPres.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Satpol PP Kabupaten Lahat maupun Pemerintah Kabupaten Lahat untuk memberikan penjelasan mengenai besaran anggaran, realisasi kegiatan, serta dokumen pendukungnya.
Catatan redaksi: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini merupakan informasi dan pertanyaan yang disampaikan berdasarkan data serta keterangan pihak yang menjadi sumber. Dugaan penyimpangan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keputusan dari lembaga yang berwenang.

Penulis : Frenky

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Masyarakat Petani Jeruklegi Wetan Merasa Terbantu dengan Adanya pembangunan Irpom
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Gelar Management Training Course di Polres Pekalongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:14

Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Berita Terbaru