Sumur Warga di Salah Satu Kampung Kecamatan Mande Berbau dan Berwarna Hitam, Diduga Akibat Limbah Cair SPPG

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR — Sejumlah warga di salah satu kampung di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang berbau menyengat dan berwarna hitam, bahkan selokan disekitar warga juga berminyak sejak beberapa waktu terakhir. Dugaan sementara mengarah pada limbah cair dari salah satu SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.

Keluhan itu mencuat pada Sabtu, 15/8/26, saat musim kemarau membuat debit air tanah menurun dan warga semakin bergantung pada sumur gali.

Menurut keterangan warga, sebelum adanya SPPG, air sumur di kampung mereka tidak pernah menimbulkan bau meskipun di sekitarnya terdapat selokan.

“Meskipun ada selokan tetapi tidak sampai air sumur kami bau. Bau nya sejak ada SPPG itu,” kata warga yang sumurnya terdampak.

Dari hasil penelusuran di lapangan, sedikitnya ada 3 sumur milik warga yang mengalami hal serupa. Karena tidak layak pakai, warga terpaksa berhenti menggunakan air sumur sendiri dan menumpang ke sumur milik saudara atau tetangga yang airnya masih normal.

Kondisi ini diperparah musim kemarau. Dengan permukaan air tanah yang turun, warga menduga konsentrasi pencemaran menjadi lebih kuat sehingga bau dan perubahan warna lebih terasa dibanding musim hujan.

Upaya penanganan sementara sudah dilakukan. Salah satu warga terdampak mengaku sudah diberi bantuan air bersih oleh pihak SPPG. Namun bantuan itu dinilai belum maksimal.

“Kami tetap butuh sumur yang normal. Kalau sumurnya bisa dipakai lagi, kami tidak repot,” kata warga tersebut.

Warga berharap ada pemeriksaan kualitas air dan penanganan agar sumur bisa kembali digunakan seperti semula, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Pemerintah kecamatan dan dinas terkait di Kabupaten Cianjur diharapkan segera turun ke lokasi untuk menguji sampel air dan mencari sumber pencemaran, agar kebutuhan air bersih warga di wilayah itu tidak semakin terganggu.

Hingga berita ini diturunkan, Redaksi masih menunggu tanggapan dari pihak SPPG yang bersangkutan dan akan dimuat pada pemberitaan selanjutxnya.

Penulis : Andri.S

Editor : SLS

Berita Terkait

Dugaan Pelanggaran UU SPPA: Tersangka D Ditahan Berdasar “Gosip Tetangga” yang Didengar Bocah 7 Tahun, Penyidik Bantah Seret Kasus, Warga Desak Evaluasi Total
‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL
Polsek Kesambi Tangani Kebakaran Rumah Kosong Lewat Koordinasi Lintas Sektoral
Jalin Silaturahmi Warga Villa Bougenville II, Mengikuti Berbagai Acara Perlombaan Dalam Dirgahayu Republik Indonesia, Oleh PT Satyamitra Putrapratama.
Pemerintah Kabupaten Tegal Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81
SPPG di Mande Buka Suara Isu Sumur Warga Berbau dan Berwarna Hitam
Profesor Sutan Nasomal Dukung BPJPH: Label Halal Wajib Dicantumkan, Pelaku Usaha Jangan Abaikan Aturan
‎Pertemuan Rutin DPAC Madas Sedarah Kecamatan Pasean dihadiri Langsung Ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Pamekasan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:38

Dugaan Pelanggaran UU SPPA: Tersangka D Ditahan Berdasar “Gosip Tetangga” yang Didengar Bocah 7 Tahun, Penyidik Bantah Seret Kasus, Warga Desak Evaluasi Total

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:09

‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:21

Polsek Kesambi Tangani Kebakaran Rumah Kosong Lewat Koordinasi Lintas Sektoral

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:35

Jalin Silaturahmi Warga Villa Bougenville II, Mengikuti Berbagai Acara Perlombaan Dalam Dirgahayu Republik Indonesia, Oleh PT Satyamitra Putrapratama.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:37

Pemerintah Kabupaten Tegal Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81

Berita Terbaru

Daerah

‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL

Senin, 17 Agu 2026 - 06:09