Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi membuka kelas daring Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (5/8/2026).
Program bertajuk “From Zero to Hero” Batch II Tahun 2026 ini diluncurkan secara virtual melalui platform Zoom sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas peluang kerja internasional bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
Program pelatihan ini ditujukan bagi pencari kerja dan lulusan baru (fresh graduate) untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja maupun mengikuti program magang di Jepang.
Selain penguasaan bahasa, peserta juga dibekali pemahaman mengenai budaya dan etos kerja yang menjadi standar dunia industri di Jepang.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Dari sekitar 1.400 pendaftar, Disnaker Kabupaten Cirebon melaksanakan proses seleksi secara transparan dan bertahap, mulai dari verifikasi domisili kependudukan, pemeriksaan kesehatan umum, hingga penilaian minat dan komitmen peserta.
Bupati Cirebon, Imron mengatakan, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka kesempatan bekerja di tingkat internasional.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama internasional,” ujar Imron.
“Peluang kerja di Jepang masih terbuka luas, namun membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, disiplin, dan memahami budaya kerja setempat,” tuturnya.
Menurut Imron, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Ia juga menegaskan bahwa peserta tidak hanya mempelajari bahasa Jepang, tetapi juga nilai-nilai budaya dan etos kerja yang menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga nilai-nilai budaya, etos kerja, serta disiplin yang menjadi ciri khas bangsa Jepang,” kata Imron
“Kompetensi ini akan menjadi bekal penting bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, baik untuk menghadapi peluang kerja di dalam negeri maupun di luar negeri,” ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan ISO Jepang.
Sebelum diberangkatkan ke lembaga pelatihan kerja (LPK) di Depok, peserta akan menjalani sejumlah tahapan seleksi lanjutan sesuai persyaratan negara tujuan.
Novi berharap program ini tidak hanya membuka kesempatan kerja di luar negeri, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM.
“Harapannya dari program ini, sesuai dengan amanat Bapak Bupati, untuk peluang kerja dan kesempatan kerja anak-anak Kabupaten Cirebon tidak hanya dari segi kesejahteraan, tapi juga kedisiplinan, mindset, dan cultureset-nya bisa diterapkan ketika kembali ke Cirebon,” ujar Novi.
Melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang profesional, berkarakter, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional.
Sana













Komentar