Bogor, Journal News.id // Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin rapat koordinasi pembahasan dalam rangka upaya terpadu penanganan kekeringan, bertempat di Aula Soekarno-Hatta, Pendopo, Senin (20/7/26).
Rapat Koordinasi tersebut digelar untuk memastikan seluruh langkah antisipasi menghadapi musim kemarau telah disiapkan sejak dini.
Bupati Bogor menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor memilih bertindak lebih awal daripada menunggu kondisi menjadi darurat.
“Lebih baik bersiap sebelum darurat, itulah prinsip kami dalam mengantisipasi potensi kekeringan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Menurut, melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam menyiapkan langkah-langkah penanganan, mulai dari distribusi air bersih, penguatan sumber-sumber air, hingga kesiapan penetapan status tanggap darurat apabila diperlukan.
Saat ini, distribusi air bersih telah menjangkau 20 kecamatan, 97 desa, 105 titik lokasi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memperkuat berbagai upaya antisipatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.
Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto menegaskan, pendekatan preventif menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadapi potensi bencana kekeringan.
“Bagi kami, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Kami hadir lebih awal dan bekerja lebih cepat untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen memastikan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. (ris).
Penulis : Riswandi
Editor : Kusnandar













Komentar