Harganas 2026,DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Soroti Ancaman Fatherless hingga Dampak Gawai bagi Anak

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kabupaten Cirebon tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari stunting, krisis kesehatan mental, hingga fenomena fatherless yang dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Peringatan Harganas digelar di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Fitri–sapaan akrabnya mengatakan, Harganas harus menjadi momentum refleksi bagi setiap keluarga untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi unggul.

“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan keluarga harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Pada aspek kesehatan, pemerintah terus mendorong percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Sementara itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan disiplin sejak dini.

Selain itu, keluarga juga dituntut menjadi ruang yang mampu menjaga kesehatan mental anak di tengah berbagai tekanan kehidupan modern.

“Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Dalam sambutan tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada peran ayah dalam pengasuhan. Fitri menegaskan, kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai apabila beban pengasuhan hanya dipikul oleh ibu.

“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah memiliki pengaruh besar dalam struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan gawai mengambil alih peran keluarga.

Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkendali dapat mengurangi interaksi dalam keluarga dan memengaruhi pola pikir anak.

“Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan sunyi, karena semua sibuk menatap layar,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para ayah untuk lebih aktif mendampingi anak dengan membangun komunikasi yang hangat serta membatasi waktu penggunaan gawai pada aktivitas yang produktif.

“Letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time) mereka pada hal-hal yang produktif,” katanya.

Fitri menilai berbagai persoalan sosial, seperti tawuran pelajar, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba, menjadi alarm bahwa fungsi keluarga harus diperkuat.

“Jangan tunggu sampai anak kita menjadi korban atau pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter manusia.

“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sana

Berita Terkait

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Masyarakat Petani Jeruklegi Wetan Merasa Terbantu dengan Adanya pembangunan Irpom
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Gelar Management Training Course di Polres Pekalongan
dr, I Wayan Wisnu Brata, Sp. B, Sub Spesialis Onkologi :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:14

Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:50

Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:36

Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Berita Terbaru