Kepala SDN Bojongsari 3 Sukaluyu Diduga Menghindar dari Konfirmasi Dugaan Pungutan Siswa

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Kepala Sekolah SDN Bojongsari 3, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, diduga menghindar saat hendak dikonfirmasi terkait dugaan pungutan terhadap siswa.

Dugaan pungutan itu dibantah salah seorang guru SDN Bojongsari 3 bernama Apit. Ia menolak memberikan keterangan soal iuran siswa sebesar Rp52.000 per siswa dengan alasan bukan kewenangannya. “Itu kewenangan Kordik dan kepala sekolah. Kalau mau konfirmasi soal dana BOS harus melalui Kordik dulu. Saya tidak ada kewenangan,” jelas Apit di ruang kantor SDN Bojongsari 3, Rabu (6/5/2026).

Apit juga menyarankan media tidak memberitakan terlebih dahulu. “Kalau memang punya data laporkan saja ke Inspektorat, jangan di-upload. Kenapa harus kejar-kejaran dengan kepala sekolah dan saya. Saya jadi tidak nyaman kalau ada pemberitaan. Saya di sini tidak punya kepentingan, saya bukan kepala sekolah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, warga berinisial P mengaku setiap siswa baru mendaftar selalu dimintai iuran Rp52.000. “Alasannya untuk MCK dan bangku. Padahal bangku di sekolah sudah banyak yang rusak dan fasilitas MCK tidak berfungsi,” ungkap P.

P menambahkan, siswa yang ingin buang air besar terpaksa pulang ke rumah masing-masing. Selain itu, setiap kenaikan kelas siswa diminta membayar Rp25.000. “Tapi acara kenaikan kelas tidak pernah dilaksanakan. Padahal itu harapan terakhir anak menjelang perpisahan,” terangnya.

Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Sukaluyu, Dudung, membenarkan kepala SDN Bojongsari 3 sulit ditemui. “Memang agak susah ditemui. Sesuai perintah Kabid, saya akan panggil untuk menjelaskan soal dana BOS dan pungutan Rp52.000 per siswa. Hari ini sudah saya telepon untuk hadir ke kantor Kordik, tapi belum datang,” kata Dudung, Rabu (6/5/2026).

Dudung menegaskan akan memberi masukan kepada kepala sekolah agar tidak menghindar dari media. “Jangan menghindar kalau tidak ada kesalahan. Kalau ada kesalahan hadapi saja, siapa tahu ada solusi. Saya juga akan sampaikan soal kebersihan sekolah karena banyak masukan SDN Bojongsari 3 kurang perawatan dan terlihat kumuh,” tandasnya.

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Bogor Pertahankan Opini WTP.
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:09 WIB

Pemerintah Kabupaten Bogor Pertahankan Opini WTP.

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Berita Terbaru