Cianjur – SDN Campakamulya diduga menahan puluhan ijazah siswanya. Hal ini terungkap saat beberapa orang tua siswa mengaku sulit mengurus administrasi kependudukan, salah satunya pembuatan akta kelahiran anaknya.
“Iya, susah saya mau bikin akte juga. Kan harus ada ijazah, mau disamain namanya seperti di ijazah, tapi ijazahnya masih di sekolah,” kata salah satu orang tua siswa, Minggu (15/3/26).
Seorang warga yang tidak disebutkan namanya juga menyampaikan bahwa anaknya saat ini duduk di kelas 3 SMP Negeri 1 Mande. “Kelas jauhnya SMP Negeri 1 Mande, belajarnya masih di sekolahnya di Campaka Mulya juga,” ujarnya.
Orang tua siswa lainnya menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan anaknya saat ini duduk di kelas 3 SMP, tapi ijazah masih di SDN Campaka. “Setahu saya baru satu orang yang dikasihkan, ada masih banyak puluhan mungkin di sekolahnya, termasuk ijazah anak saya. Belum begitu paham apa alasannya ijazah begitu lama ditahan. Saya juga sudah menanyakan, tapi jawabannya nanti sekalian pas lulus saja,” ungkapnya.
Selain ijazah yang masih ditahan, awak media menemukan salah satu siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke tingkat menengah pertama. Namun, saat dilakukan pengecekan PIP di aplikasi SIPINTAR, datanya tercatat sebagai penerima PIP dari SD hingga SMP.
“Anak saya tidak melanjutkan ke SMP, anak saya pesantren,” kata orang tua siswa. Ditanya apakah dari SD menerima PIP, orang tua siswa mengaku tidak pernah menerima PIP sekalipun. Padahal di aplikasi SIPINTAR, siswa tersebut tercatat sebagai penerima PIP dari tahun ke tahun.
“Tidak pernah dapat, kartunya juga tidak dapat, ijazahnya juga masih di sekolah. Tidak pak, kalau Balsem mah pernah. Sekarang anaknya pesantren, tidak melanjutkan ke SMP,” tuturnya.
Pihak Sekolah SDN Campaka Mulya, Kecamatan Mande, Indra, mengaku bahwa ijazah para siswanya bukan ditahan, melainkan hanya disimpan dan akan dibagikan saat lulus SMP.
“Ada beberapa memang yang masih di sekolah, tadinya saya khawatir jika anak-anak saat melanjutkan sekolah berhenti tidak sampai lulus. Untuk mengantisipasi itu, jadi ijazahnya disimpan dulu di sekolah,” kata Indra, Senin (16/3/26).
Dengan adanya pengaduan masyarakat, pihak sekolah akan membagikan ijazah dalam waktu dekat ini. “Minggu-minggu ini akan kami bagikan pak,” ujarnya menyanggupi.
Sementara itu, untuk data siswa yang terdaftar dan tercatat sebagai penerima PIP, Indra akan menghapus datanya. “Tidak ada PIP yang tidak dicairkan, kecuali yang ada datanya di SMP itu memang tidak dicairkan karena anaknya tidak melanjutkan sekolah. Karena sekarang pencairan harus sama anaknya.”
Indra beralasan jika dirinya belum mengecek data di SMP. Maka dari itu, masih ada anak yang tercatat sebagai siswa kelas jauh SMP Negeri 1 Mande.
“Dulu guru kelas 6 nya saya ngecek data ke anak menanyakan siapa saja yang mau melanjutkan. Nah anak yang bersangkutan asalnya mau melanjutkan, tetapi pas awal ajaran dia tidak melanjutkan, saya setiap mau PPDB kan setor data ke SMP Induk, mungkin saya tidak mengecek lagi data kesana. Jadi ada datanya di sana saya belum ngecek lagi Dapodik yang di SMP,” ungkapnya.











