CIANJUR – Menanggapi isu yang beredar terkait pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kendaraan bak terbuka, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bobojong 1 Kecamatan Mande akhirnya buka suara.
Kepala SPPG Bobojong 1, Anisa, menjelaskan duduk perkara tersebut setelah menggelar pertemuan klarifikasi bersama para kader Posyandu setempat.
Anisa menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya pendistribusian lanjutan dari titik Posyandu kepada penerima manfaat yang menggunakan mobil pikap terbuka. Pasalnya, sesuai kesepakatan atau MoU yang telah disepakati, tugas SPPG hanya mengantarkan makanan hingga ke satu titik penerimaan di Posyandu.
“Untuk pendistribusian dari dapur ke titik SPPG, kami sudah menggunakan kendaraan yang telah sesuai dengan aturan dan standar higienitas yang ditetapkan,” ujar Anisa.
Menurutnya, pendistribusian lanjutan menggunakan pikap terbuka dilakukan oleh pihak Posyandu karena faktor medan yang sulit dijangkau. Namun, hal tersebut di luar sepengetahuan pihak SPPG Bobojong 1.
“Karena medan yang cukup sulit, dari Posyandu didistribusikan lagi menggunakan pikap dan kami tidak mengetahuinya,” tuturnya.
Menyikapi isu yang berkembang di masyarakat, Anisa mengaku langsung bergerak cepat. Ia bersama asisten lapangan dan Person In Charge (PIC).
didampingi Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Mande, turun langsung meninjau ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut.
Selain klarifikasi, pihaknya juga telah memberikan sosialisasi dan penekanan kepada seluruh kader Posyandu agar tetap memperhatikan aspek kebersihan dan kehigienisan dalam setiap proses distribusi.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pihak Posyandu agar tetap menjaga kehigienisan, supaya MBG aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak,” pungkasnya.












Komentar