Minim Tiang Listrik, Warga Babakan Cibanteng Topang Kabel Yang Membentang Ratusan Meter Menggunakan Bambu

Jumat, 14 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur || Minimnya tiang listrik di Kambung Babakan Cibanteng, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dikeluhkan warga sekitar.

Minimnya tiang listrik ini dikeluhkan para warga karena mereka terpaksa harus menopang kabel yang panjangnya ratusan meter menggunakan bambu yang hanya tertancap di tanah dan pesawahan.

Ketua RT setempat, Adang mengatakan, jika kabel yang membentang dan ditopang bambu sudah puluhan tahun semenjak kampung Babakan Cibanteng itu ada.

” Sudah lama semenjak ada kampung Cibanteng ada,” katanya.Jum’at 14-11-2025.

Adang menyampaikan ke khawatirannya mengenai kabel yang hanya ditopang bambu. Pasalnya sudah ada korban jiwa yang tersengat listrik.

” Ketika angin kencang atau setelah hujan itu banyak bambu yang roboh dan tentu kabelnya juga ikut jatuh, kita hawatir kalau petani lagi nyangkul atau sedang di sawah itu tersengat listrik, karena waktu itu pernah ada korban juga,” ungkapnya.

Adang juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pemasangan tiang listrik apalagi saat ini banyak warganya yang ingin memasang KWH.

” Pengajuan sudah lama pak hanya saja kami mengajukan pemasangan 450 VA yang subsidi tetapi kata PLN saat ini belum bisa yang subsidi,” katanya.

Sementara Kepala Desa Mekargalih, Caca membenarkan adanya persoalan itu dan telah menerima keluhan para warga. Namun dirinya juga sudah berupaya mendorong permintaan pemasangan tiang listrik ke pihak terkait.

” Tentunya Kami berharap pihak terkait segera merealisasikan permohonan pelanggan,” ujarnya.

Disamping itu juga Caca berpesan kepada para warga agar selalu berhati hati ketika menemukan kabel yang jatuh ke tanah.

” Kepada para warga selagi menunggu pemasangan listrik dimohon untuk berhati hati ketika menemukan kabel yang jatuh atau menjuntai ke tanah, karena itu sangat berbahaya, dan mudah mudahan secepatnya permohonan kita dapat segera terealisasi agar tidak ada lagi kehawatiran kepada para warga Babakan Cibanteng,” pungkasnya.

Terpisah Manager PLN ULP Mande, Try Agung Laksono, menyampaikan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Mekargalih dan hampir terakomodir. Hanya saja terkendala karena belum dibukanya layanan pasang baru subsidi.

“Terkait Cibanteng ya.
Sebelumnya sudah koordinasi dengan kades, sudah hampir kami akomodir permohonan warga, cuma memang saat ini masih terkendala karena masih belum dibukanya layanan Pasang Baru subsidi, sehingga untuk saat ini masih belum bisa kami akomodir,” kata Try melalui aplikasi pesan singkat.

Kendati demikian, Try menambahkan jika data pemohon sudah masuk dan ketika layanan Subsidi sudah dibuka pihaknya akan melanjutkan prosesnya.

” Namun demikian, untuk survey teknik dan RAB serta data pemohon sudah kami rekap, sehingga jika layanan subsidi sudah dibuka akan kami lanjutkan prosesnya,” tambanya.

Try juga menjelaskan jika pemasangan tiang akan dilakukan secara pararel pada saat penyambungan permohonan pemasangan KWH baru.

“Perbaikan teknis inshaAllah paralel kami kerjakan pada saat penyambungan permohonan pasang baru,” imbuhnya.

Try Agung Laksono, menerangkan bahwa pada dasarnya PLN siap melayani permohonan pelanggan. Namun karena mayoritas warga hanya bermohon daya 450 VA yang mana saat ini sistem belum bisa mengakomodir.

“Kami pada dasarnya siap melayani permohonan pelanggan, makanya pada kesempatan pertama kami inisiatif musyawarah langsung dengan warga.
Karena mayoritas warga bermohon daya 450 VA yang mana pada saat ini sistem kami belum bisa mengakomodir, bukan belum dibuka karena warga subsidi, tetapi memang pada saat ini sedang ada penyelarasan data penerima subsidi sehingga agar kedepannya penerima subsidi valid dan sesuai maka untuk sementara layanan subsidi belum bisa terakomodir.
PLN siap melayani, makanya itu kami juga kemarin menyempatkan untuk berdiskusi dengan warga, ” terangnya.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru