Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Keris bukan sekadar benda pusaka. Di balik setiap bilahnya tersimpan pengetahuan, keterampilan, filosofi, dan perjalanan sejarah yang diwariskan lintas generasi.
Nilai itulah yang ingin dihidupkan kembali melalui Pameran Gugah Gaman Tahun 2026 di Pendopo Bupati Cirebon.
Bupati Cirebon Imron membuka pameran keris dan tosan aji tersebut di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (1/10/2026) itu menghadirkan peserta dan kolektor dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Tidak hanya memamerkan koleksi keris, kegiatan ini juga menghadirkan demonstrasi pembuatan keris oleh Mpu Linda Nugraha, satu-satunya empu yang saat ini tercatat berasal dari Kabupaten Cirebon.
Melalui demonstrasi tersebut, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan keris sekaligus mengenal keterampilan seorang empu.
Imron mengatakan, pameran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
“Tujuannya agar anak-anak muda sekarang mengetahui budaya serta peninggalan zaman dulu yang perlu dilestarikan,” ujar Imron.
Ia menilai pelestarian budaya semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, masyarakat perlu mempertahankan nilai-nilai luhur warisan leluhur agar identitas budaya daerah tidak tergerus pengaruh budaya asing.
Dalam sambutannya, Imron menegaskan, keris dan tosan aji tidak hanya memiliki nilai sebagai benda pusaka, tetapi juga menyimpan pengetahuan, keahlian, estetika, serta filosofi kehidupan.
“Pelestarian tidak cukup dilakukan dengan menjaga keberadaan benda-benda tersebut. Masyarakat juga perlu memahami makna, mendokumentasikan sejarah, dan mewariskan keterampilan pembuatannya kepada generasi berikutnya,” kata Imron.
“Pameran ini merupakan langkah positif dalam menjaga, memperkenalkan, dan menyebarluaskan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi masyarakat,” ucapnya menambahkan.
Imron berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pameran tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang edukasi dan promosi kebudayaan Cirebon.
Pemerintah Kabupaten Cirebon pun berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan komunitas, paguyuban, seniman, dan budayawan untuk mengembangkan potensi budaya daerah.
Apresiasi juga datang dari Kementerian Kebudayaan. Kasubbag Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Edi Gunawan yang hadir mewakili kementerian, menyebut pameran keris dan tosan aji sebagai salah satu langkah positif dalam pemajuan kebudayaan, khususnya di Kabupaten Cirebon.
Ia mengingatkan keris telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2008.
Karena itu, upaya pelestariannya perlu berjalan seiring dengan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Harapannya komunitas dan pemerhati keris terus mengembangkan kegiatan serupa dengan jangkauan yang lebih luas. Dan ke depan, semoga Kabupaten Cirebon mampu menjadi tuan rumah pameran keris berskala nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Pembina Paguyuban Seni Kreatif dan Tosan Aji (Saketi) Cirebon, Angga Maradeka berharap pameran tersebut dapat menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
“Dukungan pemerintah daerah membuka kesempatan bagi komunitas untuk memperkenalkan keris dan tosan aji kepada masyarakat. Kehadiran Mpu Linda Nugraha juga menjadi kesempatan penting untuk mengenalkan proses pembuatan keris secara langsung,” ucap Angga.
Pemkab Cirebon berharap kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya semakin kuat dan pengetahuan tentang keris terus diwariskan kepada generasi muda.
Sana













Komentar