MATARAM NTB — Rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Mataram berlangsung dengan aksi jalan yang diikuti sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat). Kegiatan ini mendapat izin penyelenggaraan dari jajaran pimpinan fakultas, bahkan Wakil Dekan Fisipol UMMat turut hadir dan menyampaikan orasi di lokasi kumpul.
Di tengah barisan peserta, Kaharudin yang akrab disapa Bang Gobel tampak sebagai salah satu pembicara. Ia mengawali pernyataannya dengan mengingat peran besar kaum muda dalam sejarah perjuangan bangsa, sebelum menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi politik dan ekonomi nasional yang dinilai kian tidak menentu. Menurutnya, ketidakpastian itu membuat prospek masa depan generasi muda terasa semakin suram.
“Bangsa ini didirikan oleh kaum muda. Sudah seharusnya negara menjamin kebebasan dan kesejahteraan bagi kami, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Pernyataannya bernada tajam ketika ia mengkritik kelompok‑kelompok yang dinilai mengambil keuntungan dari kondisi bangsa. Ia mengajak seluruh pemuda untuk bangkit bersama‑sama dan berusaha menciptakan sejarah baru demi masa depan yang lebih baik. Ia juga menegaskan harapan agar gerakan mahasiswa di lingkungan UMMat dapat terus memberikan kepemimpinan ide dan contoh praktik, tidak hanya untuk lingkungan kampus tetapi juga bagi gerakan mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Perlu ditegaskan, seluruh pernyataan bernada keras yang disampaikan dalam aksi adalah pandangan pribadi pembicara. Pernyataan‑pernyataan tersebut belum tentu mewakili sikap resmi fakultas maupun pihak universitas. Hingga saat ini, manajemen UMMat belum mengeluarkan tanggapan tertulis terkait isi orasi dan seruan yang disampaikan peserta aksi. Awak media masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak kampus maupun aparat terkait.













Komentar