LPI TIPIKOR Desak Kemendikbud Turun Tangan Soal Maraknya Praktik Jual Beli Buku LKS Dan Pungutan di Kota Cirebon

- Penulis

Jumat, 6 Oktober 2023 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journalnews. Id. Kota Cirebon, –
Masih maraknya praktik jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku modul dan pungutan di pendidikan Kota Cirebon Jawa Barat yang menurut LPI TIPIKOR Indonesia Cirebon Raya membuat para orang tua siswa resah dengan adanya praktik itu.

Bagaimana para orangtua tidak resah, harapan mereka tentang menyekolahkan anaknya dengan nol biaya ternyata masih angan-angan saja. Buktinya ternyata para orang tua masih di bebankan membeli buku, dipintai biaya untuk praktek P5, studytour yang biayanya mencapai jutaan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“LPI TIPIKOR sudah melayangkan surat pengaduan ke Kemendikud, mendesak Kemendikbud menyikapi permasalahan pendidikan di Kota Cirebon. Dan kami telah melayangkan surat ke DPRD Kota Cirebon untuk melakukan audensi dengan pihak Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cirebon,” tegas Sekjen LPI TIPIKOR, Harun kepada wartawan
Kamis (05/10/2023)

 

Permintaan audensi dengan DPRD dan MKKS Kota Cirebon bertujuan mencari solusi dan memperjelas praktek yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu sudah kita tembuskan Kemendikbud RI, Gurbenur Jabar, Walikota Cirebon, Kepala Inspektorat Cirebon, Kejaksaan Negri Cirebon, Polres Cirebon Kota, Dinas Pendidikan Cirebon dan Media Online serta Cetak.

 

“Tidak ada satu aturanpun yang membolehkan pihak sekolah menjual buku LKS dan modul kepada para siswa dan tidak ada aturan satupun yang membenarkan pihak sekolah melakukan pungutan kepada siswanya. Kami menduga itu semua ada unsur mencari keuntungan yang mana hal ini akan membebani para orang tua siswa,” pungkasnya.

 

Mengenai penjualan buku LKS dikeluhkan oleh orang tua siwa SMPN 9 Cirebon yang diharuskan membeli sebesar 100 ribu serta kadang ada uang pungutan untuk praktek P5 dan uang satu juta untuk Studytour. (Wadira)

Berita Terkait

Biaya Perpanjangan Izin PAUD di Cianjur Dikeluhkan, Disebut Capai Rp7 Juta
Miris, Untuk Belajar Anaknya, Orang Tua Siswa SDN Cikaratok Terpaksa Membawa Meja dan Bangku Sendiri
Miris Rumdis Dijadikan Kantor, Karena Sekolah SDN Sindanglaka Batulawang Tidak Mempunyai Kantor Juga Kekurangan Lokal.
Polemik Biaya Perpisahan SMA Negeri 1 Cilaku: Komite dan Sekolah Klarifikasi, Tak Ada Unsur Paksaan
Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK -Binawan) Berbagi Keberkahan Ramadhan Bersama Siswa Didik dan Menyantuni Anak Yatim.
Ketua Komite SMKN 1 Campaka Ungkap Sumbangan Partisipasi Untuk Sarana Ibadah 1 Juta Persiswa
Sumbangan Partisipasi Sebesar 900 Ribu Disoal Orang tua Siswa SMKN 1 Campaka 
Dugaan Tidak Terbukanya Penyusunan RKAS Di SDN Mentengsari Menyeruak
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:34 WIB

Biaya Perpanjangan Izin PAUD di Cianjur Dikeluhkan, Disebut Capai Rp7 Juta

Senin, 23 Juni 2025 - 22:07 WIB

Miris, Untuk Belajar Anaknya, Orang Tua Siswa SDN Cikaratok Terpaksa Membawa Meja dan Bangku Sendiri

Kamis, 15 Mei 2025 - 22:17 WIB

Miris Rumdis Dijadikan Kantor, Karena Sekolah SDN Sindanglaka Batulawang Tidak Mempunyai Kantor Juga Kekurangan Lokal.

Selasa, 6 Mei 2025 - 08:33 WIB

Polemik Biaya Perpisahan SMA Negeri 1 Cilaku: Komite dan Sekolah Klarifikasi, Tak Ada Unsur Paksaan

Jumat, 21 Maret 2025 - 04:19 WIB

Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK -Binawan) Berbagi Keberkahan Ramadhan Bersama Siswa Didik dan Menyantuni Anak Yatim.

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:04 WIB