SURABAYA — Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (PERLOKI) mendatangi Kantor Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan yang dirasakan memberatkan para pedagang kecil, Senin (12/10/2026).
Dalam orasinya, Ketua Umum PERLOKI, Bung Taufik, menyampaikan keluhan mendalam dari para anggotanya. Menurutnya, selama ini para pedagang rokok lokal di seluruh Jawa Timur merasa terus-menerus terintimidasi oleh tindakan penindakan yang dilakukan Satpol PP bersama Bea Cukai.
Bung Taufik juga menyoroti janji yang belum terpenuhi.
”Kami menuntut janji Gubernur yang sebelumnya menyatakan akan membuka dan memberikan peluang kerja kepada masyarakat Jawa Timur. Namun faktanya, selama kepemimpinan Ibu Khofifah, tidak ada peluang kerja yang terwujud. Justru para pedagang kecil yang hanya mencari untung Rp1.000 hingga Rp2.000 per bungkus ini yang ditindak, barangnya dirampas, dan lapak dagangnya dihancurkan,” tegas Bung Taufik di hadapan massa.

Suasana aksi sempat memanas, dengan massa membakar ban di depan halaman Kantor Gubernur sambil menuntut agar perwakilan diterima masuk. Setelah diizinkan menemui pihak terkait, ternyata Ibu Gubernur tidak berada di tempat dan massa diarahkan untuk berpindah ke Gedung Negara Grahadi.
Tidak menemui hasil yang diharapkan di sana, rombongan massa kemudian melanjutkan aksi damai menuju Kantor Bea Cukai Kanwil I Jawa Timur untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. Hingga berita ini diturunkan, situasi terpantau kondusif namun aksi masih terus berlangsung.( ahd )













Komentar