Sosialisasi Giat Lingkungan, Kolaborasi Program Cianjur Untuk Sungai dan Pertanian Sehat, dari SUB DAS Cikundul dan Beberapa Unsur.

Kamis, 16 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, – https//journalnews.id
Di tengah suara air yang melewati bebatuan di tepian Sungai Cisarua, sejumlah tokoh dari berbagai kalangan berkumpul. Mereka datang bukan untuk seremonial, tetapi untuk memulai sesuatu yang baru, penyembuhan sungai dan pertanian secara bersamaan.

Pertemuan ini diberi nama “Ngahiji Dina Karya: Ngahudangkeun Cai, Ngahirupkeun Kahirupan”, (Bersatu dalam karya, Menghidupkan Air, Menghidupkan Kehidupan) Acara yang
berlangsung di Balai Kelompok Tani Mandiri Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (15/10/2025).

Sebanyak 14 Orang dihadiri beberapa unsur elemen, dengan Satu Tujuan.
Dengan hanya empat belas orang yang hadir. Namun semangat yang muncul melebihi jumlah kursi di ruangan itu. Mereka berasal dari berbagai latar belakang akademisi, petani, pemerintah, hingga pegiat lingkungan. Hadir dalam pertemuan tersebut, Seperti Dr. Widya Sari, S.P., M.P., Dosen Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana, bersama 6 mahasiswa yang akan terjun ke lapangan untuk penelitian, N.K, Sanusi, Kepala Desa Sindanglaya, Asep Bani, S.A.P. Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Kecamatan Pacet, Denden Muflihudin, S.P., Kepala Balai Penyuluh Pertanian Pacet, Ridha Fuja Andina dan Jana Rojana, Ketua dan anggota Kelompok Tani Mandiri, Andri, S.H. Aktivis hukum dan pemerhati lingkungan, dan Herry Trijoko, Koordinator Komite Sub DAS Cikundul.

Adapun sosialisasi tersebut guna, Mengubah Paradigma, Dari Sampah Menjadi Kehidupan, dengan diskusi yang berlangsung sekitar satu jam itu, di mulai jam 11.03 wib.
Membuka kesadaran baru, bahwa pengelolaan sampah dan limbah bukan sekadar urusan kebersihan, tapi awal dari perbaikan ekosistem pertanian dan sungai.

Dr. Widya Sari, S.P., M.P. memaparkan, “Gagasan riset tentang pemanfaatan slurry hasil reaktor biogas sebagai pupuk cair organik,” jelasnya.

Bersama mahasiswanya, ia akan melakukan tiga percobaan di tiga lahan dan tiga komoditas di Kampung Babakan Cisarua.
“Kami ingin membuktikan, hasil biogas bukan limbah, tapi energi kehidupan baru bagi tanah,” ujarnya.

Pemerintah melalui UPTD Pertanian dan BPP Pacet mendukung penuh langkah ini dengan memastikan riset dan data dapat diintegrasikan dengan sistem penyuluhan ke petani binaan.

Pemerintah Desa Sindanglaya akan memperkuat sisi hulu dengan fokus pada pengelolaan sampah dan limbah di wilayah riparian DAS Cisarua, sambil membuka peluang kerja sama dengan akademisi melalui program KKN berkelanjutan.

Sementara Komite Sub DAS Cikundul memegang peran strategis di bagian hulu sebagai pengelola sistem biogas masyarakat dan penyedia bahan pupuk cair (slurry) sekaligus penjaga prinsip utama.

Menurut Herry Trijoko, “Tujuan biogas bukan api, tapi sistem pengelolaan sampah terpadu. Api hanyalah bonus, kehidupan yang bersih adalah hasil utamanya,” tegasnya.

Ada Tiga Tahap Perubahan yaitu Hulu, Tengah, dan Hilir, Kesepakatan kolektif ini melahirkan peta besar gerakan dengan,
1. Hulu: Pengelolaan sampah, limbah, dan teknologi biogas dikawal oleh Komite Sub DAS dan Desa Sindanglaya.
2. Tengah: Penelitian ilmiah dan pendampingan petani di lahan uji dipandu akademisi, mahasiswa, dan UPTD Pertanian.
3. Hilir: Penguatan ekonomi petani, pengemasan produk organik, dan pemasaran hasil pertanian melalui koperasi dan platform digital, termasuk peluang ekspor bunga potong dan produk hortikultura.

Sebuah ide menarik juga muncul dalam obrolan ringan, branding pupuk cair hasil biogas sebagai produk lokal unggulan Desa Sindanglaya. Tujuannya bukan sekadar jualan, tapi membangun kemandirian dana kelompok tani untuk mendukung kegiatan konservasi dan penyembuhan sungai.

Gerakan Baru dari Cianjur Pertemuan ini bukan akhir, melainkan permulaan perubahan besar. Dalam waktu dekat, mahasiswa akan menyusun timeline riset enam bulan ke depan untuk memastikan uji coba pupuk organik cair berjalan dengan baik dan dapat direplikasi di desa-desa lain.

Dr. Widya Sari, S.P., M.P

Berita Terkait

Pedagang Kelapa Di Pasar Muka Meregang Nyawa Ditusuk Rekan Sesama Pedagang, Setelah Adu Mulut
Polisi Selidiki Dugaan Bahan Peledak di Atap Rumah Warga Wonopringgo, Satu Orang Terluka
Didampingi Kepala Desa dan Mahasiswa sunan kalijaga, Bhabinkamtibmas Desa Pegagan kidul Letakan Batu Pertama TPA
Disnaker Kabupaten Cirebon Manfaatkan DBH CHT untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja
Diskominfo Cianjur Luncurkan “WASPADA” Kepatuhan Data Sektoral Tembus 98,8% Berkat Notifikasi WhatsApp Otomatis
Pemkab Bogor Antisipasi Kekeringan, Perkuat Kesiapsiagaan Sebelum Darurat.
Upskilling Cianjur Tekan Biaya Pelatihan ASN Hingga Nol Rupiah Lewat Platform Digital
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.: Kiprah di Bidang Hukum, Pendidikan, Organisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:30

Pedagang Kelapa Di Pasar Muka Meregang Nyawa Ditusuk Rekan Sesama Pedagang, Setelah Adu Mulut

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:49

Polisi Selidiki Dugaan Bahan Peledak di Atap Rumah Warga Wonopringgo, Satu Orang Terluka

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:03

Didampingi Kepala Desa dan Mahasiswa sunan kalijaga, Bhabinkamtibmas Desa Pegagan kidul Letakan Batu Pertama TPA

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:36

Disnaker Kabupaten Cirebon Manfaatkan DBH CHT untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:00

Diskominfo Cianjur Luncurkan “WASPADA” Kepatuhan Data Sektoral Tembus 98,8% Berkat Notifikasi WhatsApp Otomatis

Berita Terbaru