DaerahSorot

Pengamat Politik; Jaga Netralitas ASN Pemda Cianjur, Pada Pemilu 2024 Mendatang

13040
×

Pengamat Politik; Jaga Netralitas ASN Pemda Cianjur, Pada Pemilu 2024 Mendatang

Sebarkan artikel ini

JOURNAL NEWS, CIANJUR – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sebentar lagi akan digelar, yakni pada bulan Februari 2024 mendatang. Berbagai tahapan proses pelaksanaan Pemilu itu sudah dilakukan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk netral pada pelaksanaan Pemilu, sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang pelarangan berpolitik untuk ASN.

Guna menjaga netralitas ASN khususnya di Kabupaten Cianjur, beberapa waktu lalu Bupati Cianjur, Herman, dalam sambutan kegiatan kunjungan kerjanya menegaskan, “seluruh ASN yang ada dilingkungan Pemkab Cianjur harus menjaga netralitas hak pilihnya dalam Pemilu 2024 mendatang”.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pengamat kebijakan politik Cianjur, Yanyan Mulyana menerangkan, melihat fakta dilapangan yang terjadi saat ini, apa yang dikatakan Bupati Cianjur itu tidak sesuai dengan ucapannya. Sebab, Bupati Cianjur sendiri sudah jelas melakukan manuper safari politiknya melalui modus kegiatan “Cianjur Manjur”. Ucap Yanyan pada media, Minggu, (26/11/2023).
Banyak temuan dilapangan, dimana ada sebagian ASN Pemda Cianjur, melakukan ranah politik dan melakukan penggiringan kepada Kepala Desa, Tokoh Masyrakat, Agama, Pemuda, hingga kepada seluruh RT/RW setempat. Dan hal itu bukan lagi hanya rumor belaka, tapi sebuah fakta yang terjadi saat ini di lapangan.

Yanyan menambahkan, lebih parah lagi adanya intervensi kepada ASN, misalnya Camat, Kabid, Kasi, dan perangkat OPD lainnya, mereka mau tidak mau, suka tidak suka, gimana caranya ASN itu harus dibuat lautan “merah”. Dari situ saja sudah jelas, apa yang dikatakan Bupati Cianjur, yang menuntut para ASN guna menjaga netralitasnya pada Pemilu mendatang, tapi kenyataanya tidak demikian.

Saya hanya tersenyum, melihat gerak-gerik politik sang Bupati Cianjur, Herman, dimana setiap kunjungan kerjanya sebagai orang nomor satu Cianjur itu, hanya modus belaka, dia lakukan safari politiknya dengan di kemas kegiatan “Cianjur Manjur”. Saya akui, ada sisi positifnya dari kegiatan Bupati Cianjur itu, hanya saya heran saja sekarang seragam ASN ada warna merah, dari penampakan seragam itu sudah jelas bahwa, warga Cianjur ini akan di giring ke salah satu partai politik, dimana sang Bupati Cianjur itu adalah kader dari merah. Tegas Yanyan.

Berdasarkan fakta dilapangan seperti itu adanya, sudah bisa dipastikan perjalanan maupun situasi politik di Kabupaten Cianjur khususnya, sudah tidak sehat dan di indikasi akan terjadi politik curang. Ketika mereka (para ASN, Red) sudah bergerak masif saat ini, apa lagi nanti. Pasti akan terjadi penggiringan hingga ke pencoblosan pada hari H nya Pemilu.

Saya berharap, kepada penyelenggara Pemilu yakni KPUD Cianjur, jangan sampai mau di intervensi oleh siapapun termasuk oleh Bupati Cianjur. Yang paling utama, saya tekankan pada Bawaslu Kabupaten Cianjur, untuk menindak tegas oknum ASN yang bermain politik, menjelang pemilu 2024 mendatang, ungkap Yanyan mengakhiri pembicaraan.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *