Daerah

PEMKAB Aceh Utara Berharap Pembangunan Bendungan Krueng Pase Tidak Menghambat Para Petani

78
×

PEMKAB Aceh Utara Berharap Pembangunan Bendungan Krueng Pase Tidak Menghambat Para Petani

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara//Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara meminta pihak kontraktor PT. Rudi Jaya selaku pelaksana pembangunan proyek Bendungan irigasi Krueng Pase, Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, selama melakukan pengerjaan untuk tidak menjadi kendala para petani yang ada di 9 Kecamatan, supaya 15.000 hektar areal persawahan dimusim tanam tahun ini tidak terhambat, Kamis 10 Februari 2022.

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf didampingi Kabag Humas Sekdakab Aceh Utara Hamdani, beserta Camat Meurah mulia, Camat Nibong dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat ( IPSM ) langsung turun kelokasi melihat kondisi proyek Bendungan irigasi Krueng Pase yang sedang di kerjakan kontraktor pelaksana asal jawa timur. Pembangunan ini dinilai lamban dan terkesan seperti ada masalah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Fauzi Yusuf, saat berada dilokasi memintak kepada kontraktor pelaksana proyek tersebut untuk dapat membuka sayap kiri dan kanan supaya aliran air sungai ke saluran irigasi lancar, sehingga para petani yang ada di Sembilan Kecamatan di Aceh Utara dapat mengelola Areal persawahan dengan normal seperti biasa nya, “jangan terhambatlah ini demi sektor pertanian Aceh Utara tidak menjadi terkendala”,Jelas nya.

“Pemerintah Daerah Aceh Utara sangat komitmen terhadap keluhan para petani tentang kendala yang terjadi saat ini, kami akan mengupayakan untuk menormalkan pemasokan air ke sayap kanan dan kiri, sehingga para petani di 9 Kecamatan bisa kembali mengarap persawahan mereka”.

“Kita sudah meminta ke pihak Kontraktor untuk upaya ini segera mungkin, untuk bisa mefungsikan sayap kanan dan kiri agar normal kembali, dan pekerjaan proyek bendungan terus dikerjakan tampa menghambat aliri air ke dua saluran tersebut”, tuturnya.

Wargapun berharap supaya bendungan krueng Pase peninggalan Belanda tersebut segera selesai dengan permanen dan adanya saluran tanggap darurat untuk mengaliri persawahan selama pengerjaan proyek tersebut agar tidak menimbulkan keresahan petani.

Laporan: Sayful Tanlus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *