Daerah

Kader PDI Perjuangan Indramayu Capai 11 Ribu Orang

62
×

Kader PDI Perjuangan Indramayu Capai 11 Ribu Orang

Sebarkan artikel ini

Journalnews. ID – INDRAMAYU – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu menggelar Pendidikan Kader Pratama (PKP) Angkatan ke-3, yang diikuti pengurus PAC dan Ketua Ranting PDI Perjuangan serta para Pengampu dari dapil 2 dan dapil 6 di Kabupaten Indramayu, yang berlangsung selama 3 hari, 11 hingga 13 Februari 2022 di Kabupaten Kuningan.

Para peserta mendapat pembekalan materi dari para narasumber Guru Kader PDI Perjuangan, perwakilan DPD dan DPC. Materi yang diberikan mulai dari sejarah partai, AD/ART Partai, Program Partai, Ideologi Pancasila, Pemikiran Bung Karno, Analisa Sosial, Trisakti, hingga Pemenangan Pemilu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H Sirojudin berharap lewat kegiatan tersebut dapat melahirkan kader militan yang mempunyai daya juang tinggi dan bermanfaat bagi rakyat.

“Kader PDI Perjuangan harus membumikan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebangsaan, musyawarah dan berjuang bagi tatanan masyarakat yang lebih berkeadilan sosial,” terangnya

Mengutip pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sirojudin mengingatkan kepada peserta pendidikan kader agar jangan malas turun ke bawah.

“Arahan dari Ibu Megawati, senjata paling efektif turun ke bawah bersama rakyat. Ini yang harus terus dilakukan kader PDI Perjuangan Indramayu,” jelasnya

Ia memaparkan, pihaknya terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi berjenjang secara terus menerus dan memperkuat disiplin kader dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan kader partai agar ideologis, mempunyai kepekaan terhadap lingkungan dan agar punya tanggungjawab terhadap sosial.

“Partai juga membangun kesadaran kader untuk terus bergerak ke bawah, memahami dinamika kehidupan di akar rumput dan mencari solusi melalui kepeloporan kader Partai. Jadi kaderisasi ini baru berhasil apabila seluruh peserta memiliki daya juang untuk menyatu dengan rakyat,” pungkasnya

Sementara, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Ketut Sustiawan dan jajaran DPD PDI Perjuangan Jabar yang turut hadir dalam PKP tersebut mengungkapkan, Konsolidasi merupakan modal utama untuk kemenangan partai, dengan memberikan pendidikan, pelatihan penggalangan dan penguasaan teritorial. Pola tersebut untuk kemenangan PDI Perjuangan di 2024 nanti.

“Siapapun yang sudah mengikuti PKP, maka mereka adalah pelatih, instruktur, untuk memberikan pengetahuan kepada kader serta masyarakat, bagaimana PDI Perjuangan ini,” kata Ono Surono

Dikatakannya, 3 bulan kedepan maka wajib memberikan pelatihan kepada pengurus yang belum ikut, sehingga ini membuktikan nantinya bahwa kader tersebut tegak lurus ke partai atau tidak.

“PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor, maka kader wajib mengimplementasikan 5 Mantap PDI Perjuangan dan 5 Disiplin Partai,” tegasnya

Ono menyebutkan, saat ini jumlah kader PDI Perjuangan Indramayu tercatat sebanyak 11.876 orang, sehingga kader PDI Perjuangan Indramayu sebagai pengurus terbesar se Jawa Barat.

“Terus lakukan konsolidasi partai, dari struktural partai di tingkat DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting serta Badan dan Sayap Partai,” tandasnya

Ono berharap, PDI Perjuangan Indramayu harus jauh lebih baik daripada wilayah lainnya, terutama di Jawa Barat. Dengan cara membangun partai dari intisari Pancasila, yaitu gotong royong.

Dalam wujud gotong royong tersebut, Ono Surono juga memberikan bantuan operasional perbulannya untuk seluruh PAC se Kabupaten Indramayu sebanyak 31 Kecamatan, untuk kegiatan rapat bulanan PAC yang digelar minimal 2 pertemuan selama sebulan.

“Saya yakin, pengurus ranting dan anak ranting masuk partai tidak termotivasi karena uang, karena sadar betul, tidak bisa mereka hidup dari partai saja. Kalaupun mendapat operasional, itu tidak seberapa,” pungkasnya

Kedepan, kata Ono, konsentrasi program PDI Perjuangan ini berbasis desa. Sehingga, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di desa, bahkan sampai tingkat RT/RW dan wong cilik.

Laporan : NIKEN Rimala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *