Politik

Diwarnai Ketegangan, Musda IV Partai Demokrat Papua Berakhir Tanpa Insiden

68
×

Diwarnai Ketegangan, Musda IV Partai Demokrat Papua Berakhir Tanpa Insiden

Sebarkan artikel ini

(JournalNews) Sentani – Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 800 personil gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk mengamankan Musda IV DPD Partai Demokrat Papua yang berlangsung di Ballroom Beoga Asei Suni Garden Lake Sentani Hotel, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (19/3/2022).


Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.IK., M.H., mengatakan pengamanan ketat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan guna memastikan pelaksanaan Musda tersebut berlangsung dengan aman.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten


“Untuk kekuatan personil yang dilibatkan pada pengamanan Musda IV Partai Demokrat Papua di Sentani, sekitar 800 personel (pengamanan) itu tergabung dari Polres Jayapura sendiri juga dibackup Polda Papua dan TNI,” kata Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, di sela-sela pelaksanaan Musda tersebut, Sabtu (19/3/2022) sore.


Kapolres menyebutkan, adapun kerawanan yang dijaga pihaknya itu sebenarnya bagaimana meyakinkan dan memastikan, bahwa kegiatan ini berlangsung dengan aman. Karena memang ada salah satu kandidat yang mengerahkan massa saat berlangsungnya Musda.


“Teman-teman kan bisa lihat sendiri yang ada di depan hotel. Tadi kami dengan Polresta juga sudah melakukan beberapa penyekatan, namun tidak bisa membendung massa yang ingin menyaksikan atau ingin mengetahui hasil dari Musda ini,” ungkapnya.


Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan dari masing-masing simpatisan bisa menahan diri, juga bisa menerima semua hasil Musda ini.


“Tentunya, dari hasil ini akan dibawa ke Jakarta. Karena hasil dari sini kan bersifat rekomendasi, dan di Jakarta yang memutuskan. Sehingga para simpatisan dan juga korlap bisa memahami mekanisme yang ada di Musda ini sendiri. Supaya kita semuanya bisa menjaga dan juga mengendalikan massa masing-masing,” pintanya.


Ketika ditanya apakah ada isue lain yang harus diantisipasi saat berlangsungnya pelaksanaan Musda IV Partai Demokrat Papua, Kapolres Jayapura menyampaikan, bahwa isue lain tidak ada yang perlu diantisipasi, cuma sekedar bagaimana dari salah satu kandidat ini mengerahkan massa dengan tujuan untuk mengamankan hasil Musda kali ini.


“Dari konteks mengamankan ini kan kita tidak tahu, apakah mengamankan hasil Musda, apakah untuk membuat pressure atau memang untuk unjuk kekuatan. Itu yang harus kita antisipasi. Kerawanan kita, intinya ketika ada massa yang cukup banyak dan tidak bisa di kendalikan ini namanya potensi, itu yang harus kita jaga. Ketika ada sekelompok orang dalam jumlah besar berkumpul pada satu titik itu segala kemungkinan-kemungkinan kan bisa saja terjadi,” ujarnya.


“Tujuannya itu aktivitas di Kota Sentani dan sekitarnya bisa berjalan dengan normal. Karena yang beraktivitas disini kan bukan hanya Partai Demokrat saja, tetapi ada masyarakat umum juga yang beraktivitas disini,” pungkas Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen.


Untuk dikerahui, selama kegiatan Musda IV DPD Partai Demokrat Papua berlangsung Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen bersama Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon F. Dahar terlihat di lokasi untuk memastikan kegiatan Musda IV DPD Partai Demokrat Papua berjalan dengan kondusif dan aman.


Kegiatan berlangsung aman dan lancar sampai selesai, tidak ada gangguan apapun. Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa hasil dari Musda IV DPD Partai Demokrat Papua yang merupakan rekomendasi dua kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menjadi kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua periode 2022-2027, selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk diputuskan oleh DPP Partai Demokrat. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *