Aksi Desakan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, Polda NTB Kerahkan Personel Kawal Unjuk Rasa di Kantor DPRD

Jumat, 16 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mataram, NTB – Suasana di sekitar Kantor DPRD NTB memanas pada Kamis (15/05/2025), saat ratusan pemuda yang tergabung dalam Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) menggelar aksi unjuk rasa. Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan rencana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.

Guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Polda NTB melalui Piket Siaga Operasi mengerahkan personel tambahan untuk membantu Polresta Mataram mengamankan jalannya aksi.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menyatakan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban umum dan menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

“Melihat jumlah peserta aksi yang cukup besar, Polda NTB turut memberikan backup pengamanan guna memastikan aksi berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas,” ujar Kombes Kholid.

Aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di beberapa titik lainnya di wilayah NTB, menandakan antusiasme dan harapan besar masyarakat Pulau Sumbawa terhadap pemekaran daerah tersebut.

Massa aksi menuntut percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa sebagai langkah strategis untuk pemerataan pembangunan dan efisiensi pelayanan publik. Menurut mereka, keberadaan provinsi baru akan mendekatkan akses masyarakat ke pusat pemerintahan dan mempercepat proses pembangunan di wilayah timur NTB.

“Kami hadir untuk mengawal dan memastikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan dengan lancar dan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” tutup Kholid.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa isu pemekaran wilayah bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi tuntutan nyata masyarakat Pulau Sumbawa yang mendambakan keadilan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik.

Berita Terkait

Peziarah Diduga Jadi Korban Penipuan di Makom Hakekat Kutawaringin Mande
Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:47

Peziarah Diduga Jadi Korban Penipuan di Makom Hakekat Kutawaringin Mande

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Berita Terbaru