Program Peri, Cara Jitu Pemkab Indramayu Kurangi Jumlah PMI

Minggu, 11 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | Kabupaten Indramayu disebut sebagai salah satu daerah dengan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak di Indonesia. Hal ini membuat Pemkab Indramayu harus melakukan berbagai upaya untuk menekan peningkatan jumlahnya.

Usaha menekan angka PMI penduduk Indramayu pun berhasil. Dalam dua tahun terakhir, angkanya berkurang menyusul diterapkannya program jitu Pemkab Indramayu yang diberi nama Peri (Perempuan Berdikari).

Peri merupakan program yang digagas Bupati Indramayu, Nina Agustina, dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul akibat banyaknya jumlah PMI.

Sasaran program Peri adalah para purna PMI asal Kabupaten Indramayu. Dalam Peri, para purna PMI diberikan pelatihan keterampilan berbagai bidang sehingga dapat mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi PMI ke luar negeri kembali.

“Program Peri merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan bagi perempuan purna PMI asal Indramayu. Kami berikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan yaitu dari Bank Jabar dan Banten (bjb) Cabang Indramayu.” ujar Nina Agustina, Kamis, 1 Juni 2023.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda, menjelaskan program Peri mendapat respon positif dari para purna PMI. Atas hal itu, kata Erpin, Disnaker telah menyiapkan program tersebut lebih masif.

“Kami siapkan program 20 purna PMI untuk setiap desa mulai tahun 2023 ini hingga seterusnya. Jika terus berkembang, jumlahnya akan kami tingkatkan,” tukas Erpin.

Erpin menambahkan untuk lebih memperkuat program tersebut didirikan sebuah tempat yang disebut Rumah Peri. Pelaksananya, kata dia, yakni UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Disnaker setempat.

Rumah Peri sendiri, kata Erpin, adalah rumah kreatif, Skill Development Center (SDC), E-Commerce lapak Peri, kedai Peri, display produk dan bisnis center yang diperuntukan untuk alumni program Peri dan alumni peserta pelatihan BLK Indramayu.

“Rumah Peri akan melahirkan Kelompok Usaha Bersama lapak Peri migran, didalamnya ada kegiatan peningkatan dan inovasi produk unggulan UMKM dari purna elatihan Peri dan BLK. Diantaranya inovasi produk, labeling, packaging, diklat, peningkatan SDM anggota KUB lapak Peri Migran BLK Disnaker Indramayu,” tukas Erpin menambahkan.

Berita Terkait

‎Pukau Penonton di Harjad Pamekasan ke-496, Karya Desainer Alvien Oktava Kembali Jadi Sorotan
Siap Pangkas Pengangguran Jabar ! SMK Dzakiyyun & BBPVP Bandung Cetak Wirausahawan Muda Lewat Pelatihan Kuliner
Prof Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Kejagung dan MA Selidiki Putusan PT Aceh Dalam Kasus Said Muchtar Demi Keadilan
SSB Garuda Jaya Jawara Turnamen Power FC ** Di Final Tumbangkan Tuan Rumah, Semifinal Gasak Akademi Persib
Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Cianjur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lingkungan Lengkap, Warga Belakang Pabrik Masih Protes
Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP
Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota Ungkap Curanmor Lewat Pelacakan GPS
Peduli Anak dengan Kelainan Kaki, Polisi di Pekalongan Beri Bantuan dan Pastikan Pengobatan Berlanjut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:26

‎Pukau Penonton di Harjad Pamekasan ke-496, Karya Desainer Alvien Oktava Kembali Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:18

Siap Pangkas Pengangguran Jabar ! SMK Dzakiyyun & BBPVP Bandung Cetak Wirausahawan Muda Lewat Pelatihan Kuliner

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:44

Prof Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Kejagung dan MA Selidiki Putusan PT Aceh Dalam Kasus Said Muchtar Demi Keadilan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38

SSB Garuda Jaya Jawara Turnamen Power FC ** Di Final Tumbangkan Tuan Rumah, Semifinal Gasak Akademi Persib

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:07

Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Cianjur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lingkungan Lengkap, Warga Belakang Pabrik Masih Protes

Berita Terbaru