PM-AAS Dongkrak Produksi Padi di Cianjur, Karangtengah Panen 12 Ton per Hektar

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur — Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Cianjur. Di Kecamatan Karangtengah, hasil ubinan padi yang ditanam dengan sistem ini mencapai rata-rata 12 ton per hektare.

Capaian itu disampaikan Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Cikalongkulon, Eros Rostini, seusai kegiatan penanaman padi PM-AAS di Kelompok Tani Barokah Lestari 5, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kamis (5/11/2026).

UPTD Pelayanan Pertanian Cikalongkulon membawahi tiga wilayah, yakni Kecamatan Mande, Kecamatan Karangtengah, dan Kecamatan Cikalongkulon. Menurut Eros, ketiga kecamatan tersebut sudah melaksanakan program PM-AAS.

“Alhamdulillah di Kecamatan Karangtengah sudah melaksanakan panen dan hasil ubinan juga bagus, rata-rata produksi 12 ton per hektare,” ujar Eros.

Sementara di Kecamatan Mande, sebagian sawah yang merupakan sawah tadah hujan baru mulai ditanam, dan sebagian lagi sudah tertanam.

Pada kegiatan di Desa Bobojong tersebut, turut hadir jajaran Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jawa Barat untuk mendampingi penanaman.

Eros menjelaskan, salah satu perbedaan paling mencolok PM-AAS dengan cara tanam konvensional terletak pada kebutuhan benih dan cara tanamnya.

Jika pada cara biasa petani hanya membutuhkan sekitar 25 kg benih per hektare, pada PM-AAS kebutuhannya mencapai 75 sampai 80 kg per hektare di lokasi tersebut.

“Dengan banyaknya benih, sudah jelas hasilnya juga minimal 10 ton per hektare dan sudah terbukti di Kecamatan Karangtengah itu 12 ton per hektare,” katanya.

Ia berharap, hasil di Kelompok Tani Barokah Lestari 5 juga sesuai harapan, minimal 10 ton per hektare dan maksimal sampai 14 ton per hektare.

Selain itu, PM-AAS tidak lagi melalui proses penyemaian. Benih langsung ditanam di lahan atau disebut Tabela (Tanam Benih Langsung). Pada cara konvensional, benih disemai dulu, baru dipindah tanam.

“Meskipun benihnya lebih banyak dibandingkan tanam biasa, hasilnya juga lebih banyak. PM-AAS ini juga akan mengurangi tenaga kerja, tentunya juga akan mengurangi biaya,” ujar Eros.

Di akhir wawancara, Eros menyampaikan terima kasih kepada media yang telah membantu mempublikasikan kegiatan, khususnya di UPTD Pertanian Cikalongkulon.

Apa Itu PM-AAS?

PM-AAS adalah singkatan dari Pertanian Modern – Advanced Agricultural System, sebuah metode intensifikasi budidaya padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produktivitas di lahan yang sudah ada, sekaligus menekan biaya produksi dan menjaga swasembada pangan berkelanjutan.

Penulis : Andri.S

Editor : SLS

Berita Terkait

‎Memilih Panggung Hukum, Bukan Panggung Liar — Kehadiran Jokowi di PN Jaktim Dipuji sebagai Sikap Kesatria Seorang Pemimpin
POLRES CIREBON KOTA GENCARKAN PERINGATAN BAHAYA VAPE GETAR, AKP SHINDI AL-AFGHANY AJAK MASYARAKAT SELAMATKAN GENERASI MUDA DARI ANCAMAN NARKOTIKA
Brimob Bersama Polsek Gunung Jati gelar Bhakti Sosial, Salurankan Air Bersih
Tanggapi Isu Keterlambatan Proyek Puskesmas Binangun Senilai Rp6,33 Miliar, Kadis Dinkes PPKB Cilacap Tegaskan Sanksi Denda*
Kepala Desa Ciloto mengapresiasi dengan adanya reses, dorong Peningkatan Kesehatan, Pendidikan dan infrastruktur.
Geger Pria Tergeletak di Depan SMK Muhammadiyah Kajen, Polisi Ungkap Penyebabnya
Sampaikan Riwayat Pendidikan di Sidang, PSI Pamekasan: Hormati Proses Hukum dan Fakta, Bukan Asumsi
Sertijab Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap: Moch Adcha Resmi Gantikan Andri Kristanto

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:12

PM-AAS Dongkrak Produksi Padi di Cianjur, Karangtengah Panen 12 Ton per Hektar

Jumat, 6 November 2026 - 21:54

‎Memilih Panggung Hukum, Bukan Panggung Liar — Kehadiran Jokowi di PN Jaktim Dipuji sebagai Sikap Kesatria Seorang Pemimpin

Jumat, 6 November 2026 - 20:49

POLRES CIREBON KOTA GENCARKAN PERINGATAN BAHAYA VAPE GETAR, AKP SHINDI AL-AFGHANY AJAK MASYARAKAT SELAMATKAN GENERASI MUDA DARI ANCAMAN NARKOTIKA

Jumat, 6 November 2026 - 18:13

Brimob Bersama Polsek Gunung Jati gelar Bhakti Sosial, Salurankan Air Bersih

Jumat, 6 November 2026 - 17:57

Tanggapi Isu Keterlambatan Proyek Puskesmas Binangun Senilai Rp6,33 Miliar, Kadis Dinkes PPKB Cilacap Tegaskan Sanksi Denda*

Berita Terbaru