Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon terus berupaya memupuk dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan kebudayaan lokal Cirebon dengan menggelar Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon di halaman Museum Cakrabuana, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Disbudpar Kabupaten Cirebon dalam melestarikan nilai-nilai sejarah, bahasa daerah, dan seni budaya lokal bagi generasi penerus bangsa.
Sebanyak 50 siswa-siswi SMA se-Kabupaten Cirebon mengikuti kompetisi tersebut. Para peserta menunjukkan kemampuan membaca puisi menggunakan bahasa Cirebon sekaligus mengekspresikan nilai sastra dan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno yang disampaikan Sekretaris Disbudpar Juju Juhariah, disebutkan bahwa bahasa Cirebon memiliki peran penting dalam identitas masyarakat.
“Bahasa Cirebon merupakan bagian dari kekayaan budaya dan jati diri masyarakat Cirebon yang perlu terus dikenalkan, dicintai, dan dilestarikan, khususnya oleh generasi muda,” ujar Juju.
Menurutnya, puisi dapat menjadi media bagi pelajar untuk mengenal sekaligus menghayati bahasa dan sastra daerah secara kreatif.
“Melalui puisi, para pelajar tidak hanya belajar menggunakan bahasa Cirebon, tetapi juga belajar menghayati, mengekspresikan, dan menghargai keindahan bahasa serta sastra daerah,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan kebanggaan terhadap budaya daerah.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan rasa bangga terhadap bahasa serta kebudayaan Cirebon,” pungkasnya.
Selain kompetisi membaca puisi, kegiatan tersebut juga menjadi panggung untuk memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda. Para peserta dan tamu undangan disuguhkan penampilan kesenian Tarling Klasik dan Gembyung.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, R. Moh. Al Bana mengatakan, penampilan Gembyung menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali kesenian tradisional Cirebon yang keberadaannya perlu mendapat perhatian.
“Kita akan menyaksikan kesenian Gembyung yang merupakan kesenian tradisional asli Kabupaten Cirebon, yang memang menurut catatan kami hampir punah. Sehingga pada ajang ini kita tampilkan, kita perkenalkan kepada adik-adik selaku generasi muda,” ujar Al Bana.
Di sela-sela kegiatan, peserta, guru pendamping, dan pengunjung juga berkesempatan mengunjungi Pameran Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana.
Melalui kegiatan tersebut, Disbudpar Kabupaten Cirebon tidak hanya mendorong generasi muda untuk mengenal dan mencintai bahasa Cirebon, tetapi juga memperkenalkan seni tradisional serta koleksi museum sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Sana













Komentar