Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Kemandirian ekonomi daerah menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Movement Economic Summit (MES) yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (29/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat untuk membahas pengelolaan keuangan daerah sekaligus menggali potensi ekonomi baru yang dapat memperkuat kemandirian daerah.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Sujatmoko yang mewakili Bupati Cirebon Imron, mengapresiasi inisiatif PMII Cirebon dalam menghadirkan ruang diskusi mengenai masa depan ekonomi daerah.
Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan secara baik, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Sujatmoko saat membacakan sambutan Bupati Cirebon.
Ia mengatakan, pengembangan potensi tersebut membutuhkan pemikiran inovatif dan langkah nyata untuk meningkatkan daya saing daerah, mendorong investasi, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Sujatmoko juga menilai mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PMII memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Selain menyampaikan gagasan, mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra kritis pemerintah dengan memberikan masukan konstruktif dan ikut mengawal pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Diskusi yang dilaksanakan hendaknya tidak berhenti pada pertukaran gagasan, akan tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan langkah konkret yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Cirebon,” katanya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Cirebon, Ruslan Baidhowi Kamal mengatakan, MES menjadi bagian dari upaya PMII untuk terus menghadirkan kajian mengenai persoalan strategis daerah, khususnya terkait kemandirian ekonomi.
Ia menilai daerah perlu lebih aktif menggali dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi baru agar tidak sepenuhnya bergantung pada kebijakan maupun dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita jangan hanya menunggu momentum dari pusat atau dari mana pun itu. Kita harus membentuk momentum dan menciptakan momentum untuk kemandirian ekonomi daerah kita,” kata Ruslan.
Menurut Ruslan, penguatan pendapatan asli daerah dan penciptaan potensi ekonomi baru perlu berjalan beriringan.
Dengan demikian, daerah memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan pembangunan berdasarkan kekuatan dan potensi yang dimilikinya.
Dalam forum tersebut, PMII Cirebon juga menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kritis bagi Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon.
Peran tersebut diwujudkan melalui kajian strategis dan berkelanjutan yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi pembangunan daerah.
Ruslan menegaskan, gerakan mahasiswa tidak semata-mata berupa kritik, tetapi juga dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap daerah melalui gagasan dan kajian yang konstruktif.
“PMII Cirebon per hari ini akan menjadi mitra kritis untuk pemerintah daerah Kota maupun Kabupaten Cirebon dan mengkaji-kaji kajian strategis dan berkelanjutan untuk membangun Kota dan Kabupaten Cirebon ke depannya,” pungkasnya.
Sana













Komentar