Bupati Imron Hadiri Penyerahan Remisi bagi 1. 279 Warga Binaan Lapas Narkotika Cirebon

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menghadiri kegiatan penyerahan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penyerahan remisi tersebut dihadiri pula oleh jajaran DPRD serta jajaran pimpinan Lapas Narkotika Cirebon. Bupati Imron menyoroti kondisi kapasitas lapas yang mengalami peningkatan drastis.

Lapas yang berkapasitas ideal sekitar 400 orang, kini dihuni oleh lebih dari 1.400 warga binaan. Menurutnya, tingginya angka penghuni lapas menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih marak terjadi di wilayah Cirebon.

“Artinya bahwa di negara kita ini, khususnya di Cirebon, ternyata narkoba itu masih sangat banyak beredar,” Imron, Senin (17/8/2026).

Imron menegaskan, upaya penanggulangan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan atau pemerintah daerah semata.

Benteng pertahanan yang paling utama terletak pada kepekaan keluarga dan orang tua dalam mengawasi tingkah laku anak-anak mereka.

Jika melihat indikasi mencurigakan, orang tua diimbau agar segera mencari arahan atau bantuan langkah pencegahan.

Imron menambahkan, penyalahgunaan narkoba menyasar berbagai lapisan sosial. Golongan masyarakat kurang mampu sering kali tergiur menjadi pengedar demi memperoleh penghasilan, sementara kelompok berada menganggap bisnis narkoba ringan namun menghasilkan uang dalam jumlah besar.

“Narkoba itu menghancurkan masa depan. Jika tidak ada niat kuat, akan sangat susah untuk lepas. Karena itu, benteng utamanya adalah kepekaan orang tua, ilmu, dan pemahaman agama,” tegasnya.

Di samping memberikan peringatan terkait bahaya narkoba, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon atas program pembinaan yang berjalan di dalam lapas.

Selain mendapatkan pembinaan mental dan kerohanian, warga binaan dibekali berbagai pelatihan keterampilan ekonomi kreatif dan UMKM.

Imron berharap agar bekal keterampilan yang didapatkan selama masa penahanan dapat terus dikembangkan setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.

“Kami harap kepada anak-anak binaan dan narapidana yang dapat remisi, lakukan kegiatan yang positif. Ketika keluar nanti, jangan lakukan perbuatan itu lagi, tetapi kembangkan keterampilan ekonominya di tengah masyarakat,” pesan Imron.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny menuturkan, dari total 1.427 warga binaan yang menghuni lapas saat ini, sebanyak 1.279 orang berhasil memenuhi syarat substantif dan administratif untuk mendapatkan pengurangan masa pidana.

Sementara itu, 148 orang sisanya belum mendapatkan remisi, karena beberapa alasan, seperti terpidana hukuman seumur hidup, sedang menjalani pidana kurungan subsider, dan kendala administratif lainnya.

“Kapasitas ideal Lapas Narkotika Cirebon ini sebenarnya untuk 460 orang, namun saat ini dihuni oleh 1.427 warga binaan,” ujar Machda.

“Meskipun dalam kondisi overcapacity, kami tetap berkomitmen penuh mengoptimalkan pengawasan, pengamanan, serta program pembinaan,” tuturnya.

Machda menjelaskan, selama menjalani masa pidana, warga binaan mendapatkan dua fokus pembinaan utama, yaitu pembinaan kerohanian/kepribadian serta pembinaan kemandirian.

Pembinaan kerohanian rutin dilaksanakan melalui pengajian bekerja sama dengan Kementerian Agama setempat, diselingi kegiatan olahraga jasmani setiap pagi dan hari Sabtu.

Sedangkan di bidang kemandirian, lanjut Machda, Lapas Narkotika Cirebon membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan ekonomi kreatif, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta program ketahanan pangan.

Pihak lapas bahkan mengundang instruktur profesional dari Arjawinangun dan Cirebon untuk melatih para narapidana.

“Warga binaan yang sudah mahir nantinya mengajarkan keahlian tersebut kepada rekan-rekannya. Selain itu, melalui Koperasi Pegawai, kami mengelola peternakan ayam petelur sebanyak 500 ekor dan berencana menambah 500 ekor lagi di luar area lapas. Hasilnya kami pasok ke BAMA, kantin, maupun masyarakat umum,” kata Machda.

Sana

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Kejagung dan MA Selidiki Putusan PT Aceh Dalam Kasus Said Muchtar Demi Keadilan
SSB Garuda Jaya Jawara Turnamen Power FC ** Di Final Tumbangkan Tuan Rumah, Semifinal Gasak Akademi Persib
Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Cianjur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lingkungan Lengkap, Warga Belakang Pabrik Masih Protes
Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP
Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota Ungkap Curanmor Lewat Pelacakan GPS
Peduli Anak dengan Kelainan Kaki, Polisi di Pekalongan Beri Bantuan dan Pastikan Pengobatan Berlanjut
Kawal Pilkades Serentak di 34 Desa, Polres Pekalongan Terima Asistensi Pengamanan dari Biroops Polda Jateng
Disbudpar Kabupaten Cirebon Perkuat Kecintaan Generasi Muda Terhadap Bahasa dan Budaya Lokal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:44

Prof Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Kejagung dan MA Selidiki Putusan PT Aceh Dalam Kasus Said Muchtar Demi Keadilan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38

SSB Garuda Jaya Jawara Turnamen Power FC ** Di Final Tumbangkan Tuan Rumah, Semifinal Gasak Akademi Persib

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:07

Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Cianjur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lingkungan Lengkap, Warga Belakang Pabrik Masih Protes

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02

Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:59

Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota Ungkap Curanmor Lewat Pelacakan GPS

Berita Terbaru