Hadirkan Pendidikan Berbasis Data, DPRD Cianjur Targetkan Mutu Pendidikan Lebih Baik

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Golkar, H. Asep Iwan Gusniardi, menggelar kegiatan Program Transportasi Pendidikan Holistik Berbasis Data dan Asesmen Terintegrasi melalui Kolaborasi Pentahelix, Sabtu (31/1/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Kegiatan tersebut dipusatkan di aula depan kediaman H. Asep Iwan Gusniardi, tepatnya di Kampung Gadog, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi. Acara dihadiri oleh Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Helmi, beserta jajaran, para kepala sekolah, dan guru tingkat SMP.

Sekitar 100 guru dan kepala sekolah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut untuk mendengarkan paparan dari narasumber yang kompeten di bidang asesmen dan pengembangan potensi peserta didik. Dalam kegiatan itu juga disampaikan sambutan serta penjelasan teknis mengenai pentingnya pemetaan potensi siswa berbasis data.

Dalam keterangannya kepada media, H. Asep Iwan Gusniardi menegaskan bahwa program ini sangat penting untuk masa depan pendidikan di Cianjur.

“Penyelenggaraan program asesmen potensi siswa ini sangat penting. Kebetulan saya di Dapil 3 yang meliputi lima sekolah, salah satunya SMP Negeri 1 Sukaresmi. Kami sudah melaksanakan asesmen potensi siswa kelas IX di lima sekolah tersebut dengan jumlah total 1.381 siswa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan bersama para guru ini merupakan tahap akhir untuk melihat secara menyeluruh potensi siswa yang ada di masing-masing sekolah.

“Selama ini kita tidak mengetahui secara pasti potensi-potensi siswa di tiap sekolah. Hari ini kita melihat datanya, dan ternyata hasilnya sangat mengejutkan,” tambahnya.

Menurut Asep, dari hasil asesmen ditemukan sejumlah siswa yang memiliki potensi dan kemampuan akademik tinggi, namun belum terdeteksi oleh wali kelas, guru, maupun kepala sekolah.

“Ada siswa dengan potensi luar biasa, IQ-nya tinggi, tetapi kurang mendapat perhatian. Temuan-temuan seperti ini ada di beberapa sekolah,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, khususnya Dinas Pendidikan, agar bisa diterapkan secara lebih luas.

“Program ini seharusnya bisa dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Cianjur karena sangat membantu dalam mengontrol dan memetakan kebutuhan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Dinas Pendidikan, dalam mengembangkan program pemetaan potensi siswa. Dengan adanya data potensi sejak SMP, siswa diharapkan lebih mudah menentukan jurusan saat melanjutkan ke SMA hingga perguruan tinggi.

“Kalau potensi sudah terlihat sejak dini, akan lebih mudah mengarahkan siswa sesuai bakat dan minatnya. Jangan sampai mereka memilih jurusan tanpa dasar yang jelas,” jelasnya.

Ia berharap program ini menjadi yang pertama dan dapat menjadi barometer bagi SMP lainnya di Kabupaten Cianjur, sekaligus sebagai dasar penguatan pendidikan daerah.

“Kebetulan saya di Komisi IV DPRD Cianjur dan sangat peduli terhadap pendidikan. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk menjadikan kualitas pendidikan Kabupaten Cianjur jauh lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

(Ateng)

 

 

 

 

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru