Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di bawah Umur penyandang cacat Disabilitas Gegerkan Warga di Lombok Tengah

Senin, 3 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah NTB – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak di bawah Umur yang menyandang cacat disabilitas kembali. terjadi di wilayah hukum Polres lombok tengah di Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah. Korban, yang merupakan siswa di yayasan haramain tersebut, diduga menjadi korban rudapaksa oleh oknum sopir yayasan.

Menurut keterangan keluarga korban, kejadian ini bermula saat korban pulang dari yayasan dan mengeluh sakit saat buang air kecil. Ibu korban mendapati adanya darah pada kemaluan dan bercak darah di celana anaknya.

“Anak saya mengeluh sakit saat kencing, dan saya melihat ada darah. Saya sangat terkejut,” ujar ibu korban dengan nada sedih.

Keluarga korban kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Bumi Bunda. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka lecet pada bagian kemaluan korban. Merasa ada yang tidak beres, keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Lombok Tengah pada hari Sabtu.

unit PPA. Polres Lombok Tengah telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pihak sekolah dan orang yang mengantar korban ke sekolah. Korban sendiri telah bersekolah di yayasan tersebut selama satu setengah tahun.

Ibu korban mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak sekolah dan yayasan. Menurutnya, kepala sekolah menyatakan bahwa sopir tersebut tidak mungkin menjadi pelaku. Pihak yayasan juga belum memberikan respons atau menemui keluarga korban.

“Kami sangat kecewa dengan respons dari pihak sekolah dan yayasan. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan dan pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dan pihak keluarga korban mengecam dan meminta pihak dari penegak hukum segera menindak pelaku seberat beratnya.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru